Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Alamiah Dasar
.
Lahirnya ilmu Alamiah
DosenPengampu : Minarni, S.Pd.,M.Si
DisusunOleh : RekaSaputri (I1B118031)
.
Mahasiswi
di Universitas Jambi
FakultasI
lmu Budaya
Prodi
Sastra Indonesia
A. Mitos,
Kepuasan dan Ketidakpuasan terhadapnya
Kita
telah mengenalMitos, masyarakat waktu itu dapat menerima mitos karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman,
dan pemikirannya.
Padahal hasrat ingi tahunya berkembang terus maka mitos merupakan jawaban yang paling
memuaskan pada masa itu.
Puncak hasil pemikkiran seperti tersebut adalah zaman babilonia yaitu kira-kira
700-600 SM. Pendapat orang- orang Babilonia tentang alam semesta antara lain
adalah bahwa Alam semesta itu seperti suatu ruangan atau Selungkup.
Bumi itu datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dengan bintang merupakan atapnya.
Disitu ada semacam jendela sehingga air hujan dapat sampai ke bumi.
Namun
yang menakjubkan adalah bahwa mereka telah mengenal ekliptika.
Atau bidang edar Matahari, dan telah menetapkan perhitungan satu tahun yaitu satu kali
matahari beredar kembali ketempat semula, sama dengan 365,25hari.
Atau ramalan Nasib Manusia berdasarkan perbintangan juga berasal dari zaman Babilonia.
Masyarakat waktu itu,
bahkanmungkinmasihadajugapadamasakinidapatmenerimanyakarenapengetahuan yang
merekaperolehdarikenyataanpengamatandanhidupsehari-hari yang
merekahadapi.Contohnya :suatusaathasilpertanianmerekatidakmemuaskan,
namunpadasaat yang lain baiksekali.
Merekasendiritidakmemahamimengapademikianpengetahuanmerekabelumdapatmenjawabmengapahalituterjadimakamerekapercayakepadamitos,
dandikaitkannyalahnasibitupadabulan, mataharidanBintang-bintang.
Pengetahuan perbintangan pada masa itu memang sedang berkembang.
Kelompok bintang atau rasi scorpio, virgo,pisces, leo dan sebagainya yang
masih kita kenang pada zaman sekarang ini berasal dari zaman Babilonia itu.
Pengetahuan ajaran orang-orang Babilonia itu setengahnya memang berasal dari hasil pengamatan maupun pengalaman namun setengahnya berupa dugaan,
imajinasi, kepercayaan atau mitos. Pengetahuan semacam ini dapat kita sebut sebagai“Pseudo scinotf” artinya mirip sains namun bukan sains.
Suatu pola berfikir yang satu langkah lebih maju dari pada mitos ataupun pseudo sninotf ini adalah penggabungan antara pengamatan,
pengalaman dan akal sehat, atau rasional sebagai contoh adalah ajaran orang-orang
yunani pada 600-200 SM.
Sebagai tonggak sejarah dapat disebutkan disini seorang ahli fikir bangsa yunani bernama
Thales (624- 546 sM). Seorang astronom yang
juga ahli dibidang matematika dan tekhnik. Ialah yang
pertama berpendapat bahwa bintang-bintang mengeluarkan sinarnya sendiri sedangkan bulan hanya sekedar memantulkan cahayanya dari Matahari.
Ia juga berpendapat bahwa bumi merupakan suatu piring yang datar yang terapung diatas
air. Dialah orang pertama yang mempertanya akan asalusul dari semua benda yang
kita liat dialam raya ini.
Ia berpendapat bahwa adanya beranekaragam benda-benda di dalam ini sebenarnya merupakan gejala alam saja bahan dasarnya amat sederhana dan sama.
Unsur dasar tersebut membentuk benda-benda beranekaragam itu melalui suatu proses
jadi tidak terbentuk begitu saja unsur dasar tersebut menurut thales adalah air.
Pendapat tersebut sungguh merupakan perubahan besar dari alam fikiran manusia pada masa itu.
Pada masa itu orang-orang beranggapan bahwa anekaragam benda- benda di
alam itu diciptakan oleh Dewa – Dewa seperti apa adanya.
Karena kemampuan berfikir manusia makin maju dan disertai
pula oleh perlengkapan pengamatan misalnya berupa teropong, bintang yang
makin sempurna maka mitos dengan berbagai legendanya makin ditinggalkan orang.
Mereka cenderung menggunakan akalsehatnya atau rasionya semakin lama
mitos semakin ditinggalkan orang
sebagai alat untuk mencari kebenaran atau untuk menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan alam.
B. KeriteriaIlmiah
Sebagaimana
yang kitaketahui Ilmu alamiah sendiri merupakan kegiatan manusia yang
bersifat aktif dan dinamis. Artinya kegiatan manusia yang
tiada hentinya dari hasil percobaaan akan menghasilkan konsep, selanjutnya konsep tersebut mendorong dilakukannya percobaan berikutnya dan seterusnya.
Kriteria atau patokan merupakan suatu rambu-rambu untuk menentukan benar atau tidak benarnya sesuatu untuk masuk
status tertentu. Pengetahuan termasuk kategori ilmu pengetahuan jika kriteria berikut terpenuhi yakni:
teratur, sistematis, berobjek, bermetode, dan berlaku secara universal.
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa ilmu alamiah mempelajari segala sesuatu dialam semesta ini sehingga alam semesta menjadi objek.
Tujuan ilmu alamiah menurut beberapa ahli adalah mencari kebenaran tentang objeknya dan kebenaran itu bersifat
relative. Untuk mencapai kebenaran yakni persesuaian antara pengetahuan dan objeknya tidaklah terjadi secara kebetukan tetapi harus menggunakan prosedur ataau metode
yang tepat yaitu prosedur atau metode ilmiah ( scientific, method).
Dengan prosedur atau metode ilmiah akan dicapai kebenaran
yang merupakan keputusan atas objeknya dan dirumuskan secara tertentu. Namun,
keputusan mengenai keadaan, sifat, tingkah laku, dan lain lain
tidaklah bersifat khusus karena hal itu bukan tujuan ilmu pengetahuan yang
mencari kebenaran yang bersifat umum.
Misalnya sepotong logam jika dipanas ia akan memuai.
Peristiwa itu tidak hanya berlaku untuk logam besi tetapi berlaku untuk semua logam dan berlaku disemua tempat dialam semesta ini.
Dengan demikian hukum itu berlaku secara umum mengenai suatu
object
walaupun hanya mencakup salah satu aspek saja tetapi dicapai dengan menggunakan metode ilmiah
yang dirumuskan, diorganisasaikan, dan diklasifikasikan, yang
terbukti secara signifikan. Sekali lagi,
perlu ditegaskan bahwa pengetahuan tentang suatu objek mencakup berbagai aspek lain
sehingga timbul ketergantungan satu dengan lainnnya.
Pengalaman saya belajar IAD :
Ini
adalah kali pertama saya belajar IAD di semester dua terakhir saya belajar pas di
SMP karena di SMA saya berada di jurusan IPS. Dan
ini adalah suatu tantangan baru untuk saya untuk mempelajari IAD.
Saya sangat menyukai gurunya yaitu Ibu Minarni yang memberikan kami
tugas ini untuk tugas UTS. Pertama kali masuk ia memperkenalkan diri kami terkejut,
kami
fikir itu kakak tingkat ternyata ia DOsen Srtata dua dan lebih mengagetkan nya lagi ibu itu menempuh
Strata 1 hanya dalam waktu 3,5 tahun dan Strata dua hanya 1 tahunn.
Saya sangat termotivasi terhadap ibu itu selain masih muda dia pintar ,ramah dan baik hati. Dan
sekarang IA menjadi Dosen KIMIA di FKIP dan menjadi Dosen Kami dipelajaran IAD.
Ini menjadi tantangan tersendiri saya untuk belajar lebih giat lagi dan pelajaran IAD
ini masuk pagi dan itu membuat saya untuk disiplin lagi.
SumberReferensi
1. BukuIlmuAlamiahDasar (Drs. Abu Bakar, M.Pd)
(Drs.
Fuldirahman,M.Pd)
2. IlmuAlamiahDasar (Drs. MoskoeriJasin)
Ini
adalah blog pertama saya, dan tujuan dari pembuatan blog ini adalah untuk memenuhi
tugas Mid Semester mata kuliah IAD. Semoga saya bias membuat blog-blog untuk selanjutnya.
Mohon maaf jika kata-kata dan penulisannya masih belum baik dan saya masih dalam
tahap pembelajaran dan terimakasih kepada dosen yang telah memberikan tugas ini.
Sangat bermanfaat 👍
ReplyDeleteLnjutkan mbak reka,, saya jg bru" bljr nlis d blog.
ReplyDeleteLnjutkan mbak reka,, saya jg bru" bljr nlis d blog.
ReplyDeleteBaguss...semangat trus
ReplyDeleteBagus kok,sgt bermanfaat
ReplyDeleteSudah bagus kok. Terus berkarya ^^
ReplyDeleteSemangat
ReplyDeletesemangat
ReplyDeleteBagus
ReplyDeleteKore wa sugoi desu
ReplyDeletemantap sekali
ReplyDelete.gaspolllll
sangat bermanfaat
ReplyDeleteWah mantul banget temanya
ReplyDeleteSangat membantu...
ReplyDeletegood
ReplyDeleteSemangatt
ReplyDeleteSangat bermanfaat ��
ReplyDeleteSangat bermanfaat 👌
ReplyDeleteBagusss..semangat terussss
ReplyDeleteBgusss semangat teruss
ReplyDeletesemangat ya
ReplyDelete